Aku mau cerita. Sebelum itu perkenalkan namaku Kiki. Kisah horrorku
bermula pada saat prakerin (praktek kerja Industri) waktu SMK di dua
tempat, dua waktu berbeda.

Pertama, di Kediri, tepatnya di sebuah butik (kami bertiga ngekost di
situ). Siang hari, aku iseng surfing internet tentang lagu lingsir
wengi. Konon katanya jika menyanyi atau mendengarkan orang menyanyi
lagu itu bisa didatangi kunti. Dengan penasaran, akupun menyanyikan
lagu itu. Malam harinya kami bertiga kehausan karena air di kost
sedang habis. Akhirnya sehabis magrib, kami pergi mencari air minum.
Nah, sepulang dari beli air di warung tiba-tiba lampu jalan sepi yang
kami lewati berkedip-kedip dan disusul bau wangi melati. Awalnya aku
nggak percaya, sumpah, ini seperti film-film. Tapi begitu kami sudah
jauh dari lampu tadi, aku baru bertanya pada kedua temanku, “Yu, Ev,
tadi cium bau wangi, nggak?” Dan ternyata mereka juga mencium wangi
itu. Ketika aku menoleh kebelakang, lampunya kembali menyala! Yah,
sebagai cewek, kami berlari karena ketakutan. Esoknya aku dan ayu
kaget karena eva tiba-tiba tidur ditengah-tengah kami. Padahal
biasanya ia suka tidur di kasur bawah. Eva mengaku waktu tengah malam
ia ketindihan, ia bermimpi memasuki rumah bercahaya putih dan tak bisa
keluar. Dalam keadaan sadar(meskipun anggota tubuhnya tak bisa
digerakkan) iapun berdoa dan … akhirnya ia bisa bergerak dan
langsung tidur dikasur atas. Pantesan kok jadi sempit. Setelah
ditelusuri, kemarin malam adalah malam jumat legi yang katanya lebih
menyeramkan dibanding jumat kliwon. Sampai sekarang kami belum tahu,
apakah kami diganggu karena lagu itu atau karena jumat legi. Entahlah.

Jika ada waktu prakerin pertama temanku adalah Eva dan Ayu, maka
prakerin kedua adalah Eva, Jannah dan Linda. Kami berempat prakerin di
Jombang, tepatnya di tailor. Dua bulan pertama kami enggak merasakan
apa-apa, tapi bulan berikutnya semua berubah ketika yang ngekost cuma
bertiga karena Jannah memutuskan untuk pp. Kami baru menyadari
beberapa keganjilan. Sekadar info, kami ngekost ditempat tailor itu
cuma bertiga(bos kami kebetulan punya rumah lain).

Keanehan yang baru kami sadari adalah cahaya lampu tidak dapat
menembus lubang ventilasi samping yang menghubungkan dengan rumah
kosong. Pernah iseng pake senter, tapi tetep enggak nembus cahayanya,
rumahnya tetap gelap. Nah, dibawah jendela itu ada mesin obras yang
konon kata temanku yang pernah prakerin disitu, bisa nyala sendiri
dalam artian seperti ada orang yang ngobras.

Suatu hari, kami kebanjiran pesanan. Sore harinya, aku iseng memoto
mesin obras tadi dan memasukkannya ke grup facebook yang membernya
anak indigo. Dan … ketika Linda mengobras tiba-tiba mesin macet
padahal tiga menit yang lalu lancar. Aku buru-buru menghapus foto di
grup.

Masih di hari sama, ketika aku mandi Eva tiba-tiba menjerit ketika
mendengar suaraku di kamar mandi. Sontak aku bertanya tapi Eva bilang
nanti aja. Selesai mandi, aku bertanya, ternyata waktu mau ambil air
yang letaknya dekat dengan kamar mandi dan kamar, Eva yang saat itu
berjalan ke arah keran nggak sengaja melihatku tersenyum dipojokan
tempat tidur sambil menggenggam hape. Ia terus berjalan hingga ke
keran dekat kamar mandi. Lalu ia kaget, “loh, di kamar ada kiki, linda
di dapur, terus siapa yang dikamar mandi?”. Ia langsung menuju kamar
yang tadi dan … Nggak ada! Yaiyalah, lha wong daritadi juga aku lagi
mandi. Eva langsung berkata, “Ki?” Aku menyahut dari kamar mandi. Eva
lantas menjerit. Dan ternyata orang yang mirip aku di kamar tadi
adalah sosok yang menyerupaiku. Mendadak aku merinding.

Malam yang sama, tiba-tiba tercium bau melati. Makin larut makin
menjadi. Kami mendengar suara langkah kaki bak raksasa, “DEM!DEM!DEM!”
dari lantai atas. Dengan setengah berteriak kami menyahuti,
“Assalamualaikum?” Lama-lama suara itu menghilang juga.

Sebenarnya banyak keanehan yang terjadi, misalnya setiap malam jumat
sebuah gunting hilang–meski akhirnya ketemu. Bergantian, dari pekerja
satu ke perkerja lainnya. Konon menurut cerita, rumah kosong itu
ditinggali genderuwo yang jahil, sementara patung/gambar yang menempel
di dinding depan tailor ditinggali kuntilanak.

Aku dan Eva menyimpulkan bahwa setiap seminggu sebelum prakerin
berakhir ada ”ucapan perpisahan” dari sosok-sosok astral. Terbukti di
kedua tempat(kediri dan jombang) sama-sama memiliki kesamaan, yakni
diganggu di waktu seminggu sebelum pulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *