Ceritanya waktu itu salah satu temen icha namanya deri (cewek) pas itu sakit rahang mulut. Deri minta ditemenin icha dan salah satu temen cowok, aan namanya, untuk ke daerah hegarmanah nyari tukang pijit yang bisa urut sakitnya itu, namanya pak puih. Sekitar jam 5sore mereka bertiga jalan kesana karena katanya ngga terlalu jauh. Karena belum tau tempatnya, ada warung pertama yang mereka temuin, tanyalah di warung itu yang ada beberapa orang lagi pada nongkrong di situ juga. “Pak mau nanya ke rumah pak puih arahnya kemana?” tanya icha, salah satu bapak nanya balik “kalian naik motor?” icha jawab “jalan kaki” terus bapak itu jawab “kalian jalan lurus, belok kiri jalan sampai mentok nah ada rumah ijo, rumahnya di sampingnya”.

Terus mereka bertiga jalan, sampai nemuin 2 persimpangan, hal aneh sedikit terjadi, entah apa yang buat mereka lupa akhirnya pada belok kanan, bukan kiri yang dikasih tau bapak warung itu. Jalanan sepi, pas agak lumayan masuk jalan itu, mereka denger gonggongan anjing, tapi ngga dihiraukan karena ngga tau ada di mana anjingnya. Nah akhirnya nemuin warung ke 2, niatnya mau nanyain rumah pak puih si tukang pijit itu, pertanyaan sama dan jawaban sama seperti warung pertama. Anehnya penjaga warung itu muncul tiba-tiba dari bawah meja dagangannya dan wajah orang itu datar, pas jalan ke arah yang ditunjukin sama penjaga warung ada sebuah jalan berlubang dan kanan jalan ada pohon bambu, setalah jalan agak menjauh dari warung itu, tiba-tiba ada motor dari belakang kasih klakson, ilang pas di tempat gelap, tapi mereka tetep jalanpun belum nemu juga rumah ijo itu.

Dari situ sampe warung ke 6 (kebetulan icha ngitung warungnya) jawaban tiap penjaga warung sama seperti warung pertama, kalo yang mukanya datar dimulai dari warung ke 2. Nah jawaban yang berbeda ada di warung ke 7. Kira-kira jawabannya gini “kalian lurus, nanti ada jalanan gelap, setelah itu keliatan lampu kuning sama atap gubuk, itu rumahnya”. Agak curiga, icha baca ayat qursi dalam hati sambil jalan, tapi anehnya baru separo, lupa. Gitu terus. Dan sebelum sampai ke jalan gelap itu, kali ini tiba tiba mobil udah ada di belakang mereka sambil kasih klakson juga, terus ilang ditelan jalan gelap. Mereka jalan udah selangkah di jalan gelap itu (kebetulan mereka jalan sejajar) pada merinding.

Dan makin merinding di saat bersamaan tiba-tiba ada suara bebek kira-kira 5 ekor, mereka berhenti nyari bebeknya tapi ngga ada, pas langkah ke 2 suara bebek itu makin banyak. Mereka takut karena gelap juga, akhirnya mereka balik lagi niatnya mau ambil motor. Pas lagi jalan balik, icha temen gue ini liat sosok anak kecil cewek membelakangi mereka jadi cuma liat rambutnya panjang pake dress putih lagi main sendiri tengah malem, dia ngasih unjuk ke aan & deri tapi ngga liat. Akhirnya mereka memutuskan untuk cerita keanehan pas sampai kost. Masing-masing cerita keanehannya, perjalanan pulang sampai 7,5 jam padahal deket, mereka merasa baru 1-2 jam aja sejak jalan jam 5 sore. Soalnya mereka sampai kost jam 00.30, terus jalanan setiap abis tanya warung, pasti ada jalan berlubang dan pohon bambu di kanan jalan. Terus si icha liat cewek anak kecil main sendiri tapi pada ngga liat. Suara anjing dan bebek yang ngga tau wujudnya ada di mana.

Keesokannya, icha nanya ke temen yang kost di hegarmanah tentang pohon bambu itu, temennya itu nanya ke ibu kostnya, katanya daerah itu ngga ada pohon bambu. Yang diceritain itu ternyata persawahan luas. Icha dan 2 temennya ada rasa penasaran pengen balik ke sana lagi. Tapi ngga boleh kesana sama abangnya deri, soalnya dia telpon abangnya yang agak ngerti ‘dunia lain’, setelah dia sembuh diurut sama tukang pijit lain. Dia ceritain ke abangnya kejadian malam itu, malah abangnya bilang kalau nerusin jalan gelap itu, mereka bakal ngga bisa pulang selamanya. Nah 15 hari setelah itu, aan sakit DBD yang ngga wajar, selama sebulan. Setelah aan sembuh, icha sakit lumpuh ngga bisa jalan 6bulan. Kayaknya suara anjing, bebek, klakson motor dan mobil itu pada ngingetin supaya mereka ngga terusin sepanjang jalan aneh itu.

7 thoughts on “Misteri Warung Setan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *